Postingan

Smartphonemu Wahai Kartini

Aku tahu, teknologi sangat berarti bagi bumi saat ini. Bahkan manusia tak akan bisa bernafas tanpanya. Haha tenang saja, itu hanyalah sebuah ungkapan. Namun kupikir ada benarnya juga ungkapan itu. Dari bangun tidur sampai akan tidur lagi, kita tak bisa lepas dari teknologi. Bahkan sebagian dari mereka, tidur ditemani dengan teknologi. Makan, minum, listrik, hiburan, dan komunikasi semua kata lain dari teknologi. Komunikasi zaman sekarang sudah lebih canggih dari pada zaman dahulu. Aku ingat zaman Raden Ajeng Kartini. Beliau gemar sekali sms-an melalui selarik kertas. Beliau tulis pesan itu dengan bulpen yang terlumuri tinta. Mengirim surat kepada teman-temannya yang di sayangi. Dari Belanda atau dari pojokan ruang yang masih kosong. Beliau sering sekali curcol mengenai pendidikannya. Jika saja aku yang beliau curhati, pastilah aku menganjurkannya untuk masuk ke SMEA saja. Tak cocok rasanya jika beliau masuk ke STM. Sayang sekali kita berbeda generasi. Sejujurnya ak...

Dasar Tempe

Gambar
Jadi gini, ceritanya sobat karib gue yang kuliah di negeri China pulang waktu liburan lebaran kemarin. Dia ngeluh kalau makanan halal di sana kebangetan krisis. Kalaupun ada, harganya nggak bersahabat banget. makanan halal di sana dijadiin monopoli bagi oknum-oknum tertentu. Mereka yang berjualan makanan halal akan mematok harga mahal, atau pakai sistem kuota.Ya misal aja gue makan cukup dengan porsi 5 ribu aja, tapi di kedai makanan halal ada aturan bahwa setiap beli harus ngeluarin uang 20 ribu. Ya itu sistem kuota, habis nggak habis siapapun orang yang mau beli makanan halal (terutama muslim) harus mau beli makanan dengan pengeluaran 20 ribu. walaupun sebenernya 5 ribu aja udah kenyang banget. Kantong dia tersakiti. Begitu juga perutnya. Sadar kalau terus-terusan bergantung dengan kedai makanan halal itu bisa mengakibatkan kantongnya kehabisan gairah hidup. Maka dia putuskan untuk berwirausaha. Dagang tempe katanya. Saran gue buat dia. Ya boleh aja sih mau dagang tempe, asalkan...

We are not Afraid

Surat terbuka untuk para terduga teroris  Untuk para teroris dimanapun anda berada Sebelumnya perkenankan aku memperkenalkan diri. Namaku adalah Ari Prasetyo Wiyono. Salah satu mahasiswa di perguruan tinggi islam negeri di Jawa Timur. Aku adalah asli keturunan suku jawa, yang pastinya putra asli bangsa Indonesia.  Sejujurnya aku tidak tau jalan pikiranmu, asal-usul dan latar belakangmu. Jangan mengaku beragama karena memang setiap agama di dunia ini tak mengajarkan sebagaimana gaya hidup mu. Jika saja kau mengaku beragama Islam karena benderamu berlafadz arab, aku tak akan percaya itu. Karena setauku agama Islam tak mengajarkan keburukan gimikmu.  Memang benar aku hanyalah mahasiswa semester awal yang mungkin saja lemah ilmu. Ketauhidan ku mungkin tak sehebat doktor atau profesor agama. Namun aku teringat ajaran dari dosen ku. Beliau adalah Bapak Tasmin, dosen Metodologi Studi Islam. Beliau berkata bahwa agama Islam adalah pembawa kedamaian dan menghargai p...

Idealnya Cewek,Masak Bisa.

Kali ini aku mau membahas tentang ibu-ibu. Maksudnya cewek yang sudah nikah. Cewek yang sudah menikah itu biasa disebut istri oleh suaminya, menantu oleh mertuanya dan tante oleh ibu-ibu group arisannya. Laki-laki kalau sudah berani mengucapkan janji suci lalu melakukan ijab qabul dengan menghadiahkan sebuah maskawin kepihak wanita, maka kewajiban selanjutnya adalah memberi nafkah untuk istrinya (pihak wanita). Pastinya nafkah lahir bathin. Laki-laki wajib bekerja untuk memberi nafkah lahiriah dan nafkah bathiniah berupa kasih sayang serta rasa aman kepada istrinya. Seorang suami wajib hukumnya memberi uang kepada istrinya. Karena ijab qabul secara harfiah artinya laki-laki menyanggupi menanggung semua kebutuhan wanitanya. Kebutuhan sandang, pangan, papan hanya bisa dipenuhi dengan uang, bukan janji. Selanjutnya istri boleh bekerja atau tidak tergantung oleh ijin suaminya. Nah setelah menikah, wanita juga punya kewajiban yang harus dipenuhi pastinya. Kewajiban itu antara l...

Review Masa Sekolah.

Gambar
Siapa yang nyangka kalau gue pernah ikut organisasi di sekolah. Ya, sewaktu gue masih duduk dan berdiri di bangku SMK gue ikut OSIS. Organisasi ini lumayan bergengsi di sekolah gue. Hanya orang-orang yang rela capek aja yang boleh ikut.  Gue daftar OSIS dari kelas sepuluh. dan saat itu gue langsung menjabat wakil ketua dua. Dari situ gue mulai belajar ngomong didepan publik, rapat yang baik gimana dan cara bersosialisasi yang benar. Ketika naik kelas sebelas, gue ikut pendaftaran calon pengurus lagi. Pengurus ditahun kemaren harus ikut seleksi lagi di tahun berikutnya. Gue lolos dan menjabat Kasie E (Pendidikan Berorganisasi, Politik dan Kepemimpinan). Jabatan ini yang mengurusi langsung tentang internal pengurus osis dan pembimbing langsung bagi tingkat 1 (kelas sepuluh) Di OSIS gue hampir selalu hadir menjadi panitia di setiap event sekolah. seperti MOS, Perpisahan, DN dan lain-lain. Di kegiatan MOS, gue jadi ketua panitia, karena Kasie E kewajibannya itu. Ini...

Puisi Dalam Inagurasi

Gambar
Intinya gue sekarang adalah maba. Maba di sebuah perguruan tinggi islam negeri. Seperti biasanya, seorang maba selalu dibikin ribet dengan acara-acara yang kurang penting. Salah satunya ospek yang hampir kayak panggung theater. Penuh gaya sedikit makna yang diaduk jadi satu. Selain ospek, inagurasi juga jadi acara (sedikit) penting bagi maba. Inagurasi adalah sebuah acara pensi bagi maba dan ajang promosi bagi UKM yang ada di kampus. Disini setiap kelompok ospek harus menampilkan pensinya.  Ini bencana bagi kelompok gue. Kelompok yang fungky tapi kurang kompak. Kekompakan kita hanya bisa direkatkan dengan sebungkus molen pisang yang masih anget. Dengan kata lain, kita bisa kumpul hanya jika ada sesuatu yang menguntungkan. Masalah mulai muncul ketika penentuan tema pensi yang mau ditampilkan. Ada yang punya ide kita bikin drama. Tapi ini hampir tak mungkin karena buat kumpul pun kesulitan. Akhirnya kita putuskan buat musikalisasi puisi. Arti simpelnya, musikalisa...

Teman

Sekarang ini gue pengen bahas tentang hal yang mainstream. Teman. Setiap orang pasti tau siapa dia. Setiap orang pasti punya yang namanya teman. Nggak ada manusia di muka bumi ini yang hidup tanpa keberadaan teman. Ketika kau tanya ke orang lain ‘apakah kau punya teman?’ dan dia bilang nggak, berarti dia sedang hidup di hutan.  Hutan adalah tempat yang hampa. Hampa dalam artian tidak ada interaksi sosial didalamnya. Di dalam hutan memang ada banyak tumbuhan dan hewan, tapi nggak mungkin kita meminta bantuan ke hewan atau bahkan tumbuhan jika ada masalah. Disini peran teman, tak bisa digantikan oleh seekor simpanse yang terpandai sekalipun. Memang benar, semua orang pasti punya teman. Tapi hampir separuh penghuni bumi nggak ngerti apa itu teman, seperti apakah idealnya teman. Lalu timbul pertanyaan, bagaimana jika teman itu menyebalkan. Siapakah yang bisa disebut teman. Di sini gue bertanya-tanya. Berangkat dari pengalaman menghadapi berbagai ciri karakter teman yang berbed...